Misa Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-50: “Kata ‘Terimakasih, Tolong dan Maaf’ membuat...

Misa Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-50: “Kata ‘Terimakasih, Tolong dan Maaf’ membuat Komunikasi menjadi penuh Kerahiman”

32
0
SHARE

Perayaan Hari Komunikasi Sosial Sedunia tahun 2016 ini terasa istimewa karena sudah 50 tahun (Pesta Emas) hari ini diadakan dan semakin istimewa karena bertepatan dengan Tahun Suci Kerahiman Allah. Di Keuskupan Agung Jakarta Perayaan Hari Komunikasi Sosial Sedunia ini diadakan dengan misa konselebrasi bersama Uskup Agung Jakarta, Mgr. I. Suharyo, didampingi Ketua Komisi Komunikasi Sosial, Rm. Harry Sulistyo Pr beserta wakilnya Rm. Reynaldo Antoni Haryanto Pr di Katedral Jakarta (Sabtu Sore, 7 Meil 2016).

“Paus Fransiskus mengangkat tema “Komunikasi dan Kerahiman: Perjumpaan yang Memerdekakan” sebagai tema utama Hari Komunikasi Sosial Sedunia tahun ini”, ungkap Uskup Suharyo. Lebih lanjut Uskup mengungkapkan bahwa antara Komunikasi dan Kerahiman ada keterikatan yang kuat.

Bacaan Injil kita hari ini (Yoh 17:20-26) mengisahkan tentang Doa Yesus. Dalam doa-Nya terucap berulang kali kalimat “Supaya mereka semua menjadi satu,…” Kalimat ini membuat saya teringat akan peristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Okt 1928, yaitu : Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Isi Sumpah ini menunjukkan harapan menjadi “Satu”. Sangat penting bagi kita untuk menjadi Satu. Menjadi Satu membuat kita kuat dalam menghadapi tantangan masa depan. Secara khusus bahasa Indonesia menjadi alat Komunikasi yang menyatukan kita. Bahasa Indonesia merupakan alat komunikasi yang menyatukan. Komunikasi secara khusus menjadi penuh Kerahiman ketika kita menghayati makna 3 kata “Terimakasih, Tolong dan Maaf”.

Kata “Terimakasih” menunjukkan bahwa kita menghargai dan mensyukuri kehadiran orang lain. Kata “Tolong” menunjukkan bahwa kita tidak memiliki niat untuk menggurui. Kita menunjukkan kerendahan hati kita; bahwa posisi kita setara dengan orang lain. Posisi kita bukan di atas mereka yang lain. Dan kata “Maaf” menunjukkan bahwa kita dengan rendah hati mengakui bahwa kita manusia yang penuh kekurangan dan rela menerima teguran dan melakukan koreksi atas kesalahan kita. Ketiga kata ini menunjukkan bahwa Komunikasi akan semakin berarti jika dipenuhi Kerahiman. Dan ketiga kata ini tidak dapat terpisahkan dan menampilkan pribadi orang yang sebenarnya.

Semoga hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-50 ini membuat kita sadar bahwa berkomunikasi bukan sekedar berkomunikasi kosong belaka, melainkan juga memenuhinya juga dengan Kerahiman penuh belaskasihan, seperti yang telah Allah sendiri tunjukkan kepada kita. Amin

Setelah Perayaan Ekaristi ini, semua umat terutama para Aktivis Media Komunikasi dan Wartawan diundang untuk menghadiri Malam Penganugerahan INMI AWARDS ke-5 KAJ 2016 di Aula Katedral. Pada INMI AWARDS kali ini, pemenang utama untuk kategori Best of the Best Media Cetak dan Lembaran Warta Paroki Terbaik diraih oleh Majalah “MERASUL” dari Paroki BOJONG, St. Thomas Rasul.

NO COMMENTS